Review BlackBerry

Ini pendapat Rekan Blackberry tentang kegagalan Blackberry Priv

Advertisement

Ketika Blackberry mengalami penurunan popularitas yang drastis banyak pihak yang berpendapat hanya dengan meluncurkan Blackberry berbasis Android yang akan menyelamatkanya.

Blackberry Priv
Blackberry Priv

Namun pendapat itu akhirnya di lakukan blackberry tapi tidak dengan rencana yang cukup mantap, mereka kurang merencanakan bagai mana cara mereka untuk menarik pelanggan.

Perilisan BlackBerry Priv akhirnya dipastikan menuai kegagalan, dimana target sekitar 850 ribu unit handset yang terjual untuk kuartal ke-4 tahun fiskal gagal terpenuhi, dan mereka cuma bisa menjual sebanyak 600 ribu unit saja. Jumlah tersebut lebih rendah ketimbang kuartal sebelumnya, dan kegagalan tersebut akhirnya membuat BlackBerry menetapkan target untuk bergerak di segmen kelas menengah di tahun 2016.

Perusahaan operator seluler asal Amerika Serikat yaitu AT&T selama ini dikenal sebagai salah satu rekanan terlama BlackBerry. Namun kegagalan penjualan BlackBerry Priv akhirnya membuat salah seorang eksekutif yang enggan disebutkan namanya di perusahaan tersebut sedikit ‘mengeluh’ pada CNET; dirinya mengakui kalau penjualan BlackBerry Priv memang bermasalah, dan AT&T mendapati tingkat pengembalian BlackBerry Priv oleh pelanggan yang jauh lebih tinggi daripada yang mereka perkirakan.

Selama ini perusahaan operator seluler lebih sering untuk tidak menyampaikan kritikan secara terbuka pada rekanan mereka, dan apa yang disampaikan oleh eksekutif tersebut bisa menjadi gambaran mengenai kesulitan yang dialami oleh BlackBerry.

AT&T bahkan memberikan penjelasan tentang apa saja yang menyebabkan penjualan BlackBerry Priv sangat mengecewakan. Pihak BlackBerry dan AT&T berharap agar pengguna menghendaki kehadiran ponsel Android dengan keyboard Android. Namun yang muncul malah sebaliknya: mayoritas pembeli adalah pengguna setia BlackBerry, dan para pengguna tersebut merasa heran mendapati pergantian dari BlackBerry OS ke Android OS. Inilah yang kemudian membuat para pelanggan melakukan pengembalian besar-besaran ke AT&T.

Keputusan BlackBerry untuk langsung membidik segmen high-end juga dinilai gegabah, dimana BlackBerry berani membanderol produk mereka seharga $699, padahal sebuah iPhone 6s yang jauh lebih populer ‘cuma’ dibanderol seharga $650 saja. Dan seperti yang Anda ketahui, sangat sedikit produk yang bisa mengungguli dominasi Apple dan Samsung di segmen produk kelas premium.

Blackberry ternyata sudah sadari hal ini, karena Jhon Chen telah sampaikan bahwa di tahun 2016 Blackberry akan luncurkan 2 perangkat android kelas menengah.

Blackberry Priv