Berita BlackBerry / Umum / Update

Di Acara World Economic Forum 2015, Ponsel BlackBerry Masih Jadi Simbol Status

Advertisement

bb_passport_big

Surat terbuka CEO BlackBerry John Chen yang meminta agar badan legislatif AS membuat sebuah undang-undang khusus agar para developer tidak mendiskrimasikan BlackBerry sukses memancing berbagai macam reaksi; beberapa di antaranya malah menertawakan dan menganggapnya sebagai sebuah wujud dari upaya putus asa.

Jika saat ini mayoritas pengguna smartphone sudah mulai meninggalkan BlackBerry, bahkan menganggapnya sebagai sebuah perangkat yang ketinggalan jaman, pendapat tersebut tampaknya malah tak berlaku bagi sosok-sosok penting yang menghadiri acara World Economic Forum di Davos, Swiss.

Kontributor Business Insider yang langsung mengikuti acara tersebut yaitu Jim Edwards mencatat bahwa sejumlah sosok penting yang hadir umumnya memiliki sebuah ciri khas: mereka rata-rata menggunakan 2 buah ponsel yaitu sebuah iPhone dan sebuah BlackBerry. Paduan dari kedua ponsel tersebut seperti memberikan sebuah pernyataan tentang status seseorang: dirinya telah menggunakan iPhone terbaru yang diidam-idamkan oleh banyak orang, sementara BlackBerry memperlihatkan bahwa dirinya merupakan seseorang yang super sibuk dan perlu sebuah keyboard fisik untuk menjalankan bisnisnya.

Salah seorang anggota direksi dari sebuah bank penting di Timur Tengah menjelaskan bahwa keyboard BlackBerry memudahkannya untuk merespon email, mengingat apa yang disampaikan tidak sekedar ‘OK’ atau ‘terima kasih’ saja, tapi lengkap dengan memo yang panjang untuk para staff dan juga kolega. Faktor lain yang membuat para pejabat tersebut masih setia dengan BlackBerry adalah faktor keamanan yang ditawarkan, dimana rata-rata sepakat bahwa sistem pengamanan milik BlackBerry jauh lebih unggul ketimbang iPhone atau Android.

Bagaimana dengan Anda? Apakah selama ini Anda juga masih setia dan mengandalkan BlackBerry Anda?

bb_passport_big