Berita BlackBerry / Umum

Bos Blackberry Yakin Blackberry akan berhenti Merugi

Advertisement
CEO Jhon Chen
CEO Jhon Chen

CEO perusahaan Blackberry, John Chen yang dikenal sebagai sosok bertangan digin, d tangannya itulah para investor berharap besar Blackberry Akan menghasilkan Keuntungan.

Ya, selama beberapa tahun terakhir BlackBerry harus bergulat agar terhindar dari kerugian. Hal itu tak lepas dari kalahnya BlackBerry di pasar smartphone sejak debut iPhone di tahun 2007 lalu, seperti tertuang dalam buku terbaru Losing the Sign.

Tangan dingin Chen cukup membuahkan hasil, terlihat dari terus menurunnya angka kerugian yang diderita BlackBerry sejak dirinya menjabat pucuk pimpinan tertinggi perusahaan Kanada tersebut. Meski belum berhasil mencatat laba tetapi setidaknya BlackBerry saat ini tidak lagi merugi.

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Business Insider, Chen mengakui harus berusaha keras membuktikan dirinya mampu mengembalikan kejayaan BlackBerry. Namun, harus diakuinya tekanan dari para investor menjadi beban lain yang harus dipikul sementara bayang-bayang kegagalan selalu ada di benaknya.

“Saat ini, saya menyadari hal itu [menghasilkan laba] tidak mungkin. Harus saya tinggalkan karena jika saya pikirkan terlalu lama, sayalah yang akan menjadi masalah. Tetapi Blackberry pasti akan mencatat laba.”

Apa yang diungkap Chen mewakili keyakinannya bahwa rencana bisnis yang dirancangnya akan mendatangkan laba bagi BlackBerry. Menurutnya, kunci untuk membuat BlackBerry kembali untung dalaah dengan tidak membiarkan hambatan menjadi beban dan melemahkan semangat kerja.

“Orang-orang seperti kami, yang suka melawan masalah pelik, yang tetap fokus mengubah nasib dan mencoba menyelamatkan perusahaan dan bisnis, kami menyukai tantangan berat. Rasanya seperti menjadi dokter di ruang gawat darurat. Bukannya [masalah] itu tidak datang padamu – tentu saja [masalah] itu datang padaku tetapi kami tidak membiarkannya mengacaukan kami.”

Meski terdengar sangat yakin dengan keberhasilan rencana bisnisnya tetapi Chen tidak memungkiri bahwa bisa jadi rencana yang disusunnya itu akan gagal. Namun tentu saja hal itu tidak membuatnya khawatir.

“Saya tidak terlalu mengkhawatirkan sulitnya menjalankan rencana bisnis itu. Kadangkala hal buruk memang terjadi sehingga membuat Anda menertawakannya tetapi Anda akan bangkit dan berlari lagi,” tutup Chen.

Di luar optimisme Chen dalam membangun dan membangkitkan lagi BlackBerry, santer terdengar bahwa Microsoft dan Xiaomi tertarik mengambil-alih BlackBerry. Ya, di saat BlackBerry tengah berupaya bangkit dari keterpurukannya, bisa jadi Microsoft ataupun pabrikan Tiongkok Xiaomi akan mampu membeli perusahaan tersebut dengan harga sangat murah.

CEO Jhon Chen